Connect Me And Friend HTC

Welcome

Selamat datang di Coretan Taufik HTC - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia teknik (Blogging, HTC, Pantun, Trik" handphone Dan Lain Lain) yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik.

Navigasi

Social Stuff

–<>–selamat datang di http://taufikdhubi.blogspot.com | terima kasih telah berkunjung | jangan lupa tinggalkan pesan–<>–

Senin, 09 April 2012

Sejarah Danau Toba

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

== Sejarah ==
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat [[ledakan]] sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan [[supervolcano]] (gunung berapi super) yang paling baru. [[Bill Rose]] dan [[Craig Chesner]] dari [[Michigan Technological University]] memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari [[Cina]] sampai ke [[Afrika Selatan]]. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti [[kepunahan]]. Menurut beberapa bukti [[DNA]], letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya [[zaman es]], walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk [[kaldera]] yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh [[magma]] yang belum keluar menyebabkan munculnya [[Pulau Samosir]].

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh [[Dr. Michael Petraglia]], mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di [[Oxford]], [[Amerika Serikat]] bahwa telah ditemukan [[situs]] [[arkeologi]] baru yang cukup spektakuler oleh para ahli [[geologi]] di selatan dan utara [[India]]. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (''supervolcano'') [[Toba]] pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu [[Gunung Toba]]. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 [[mil]], dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari [[oxford]] University tersebut meneliti projek [[ekosistem]] di [[India]], untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan [[luas]] ribuan [[hektare]] ini ternyata hanya [[sabana]] (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi [[debu]] dari letusan [[gunung]] berapi [[purba]].

Penyebaran debu [[gunung]] [[berapi]] itu sangat [[luas]], ditemukan hampir di seluruh [[dunia]]. Berasal dari sebuah [[erupsi]] [[supervolcano]] [[purba]], yaitu [[Gunung Toba]]. Dugaan mengarah ke [[Gunung Toba]], karena ditemukan bukti bentuk [[molekul]] [[debu]] [[vulkanik]] yang sama di [[2100]] titik. Sejak [[kaldera]] [[kawah]] yang kini jadi danau [[Toba]] di [[Indonesia]], hingga 3000 [[mil]], dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata [[penyebaran]] debu itu sampai [[terekam]] hingga [[Kutub]] [[Utara]]. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya [[letusan]] [[super]] [[gunung]] [[berapi]] [[Toba]] kala itu.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.

Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.
[sunting] Legenda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Chrome Pointer
Diberdayakan oleh Blogger.