Connect Me And Friend HTC

Welcome

Selamat datang di Coretan Taufik HTC - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia teknik (Blogging, HTC, Pantun, Trik" handphone Dan Lain Lain) yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik.

Navigasi

Social Stuff

–<>–selamat datang di http://taufikdhubi.blogspot.com | terima kasih telah berkunjung | jangan lupa tinggalkan pesan–<>–

Jumat, 13 Juli 2012

Insiden Perobekan Bendera

Mengenang Sejarah Perobekan Bendera, Bangkitkan Semangat Kebangsaan dan Patriotisme Rakyat
INSIDEN bendera, itulah awal gerakan sporadis arek-arek Suroboyo menantang dan melawan keinginan kolonial untuk kembali menancapkan kukunya menjajah bumi pertiwi, Indonesia. Tidak akan pernah terlupakan, peristiwa tanggal 19 September 1945 bagi warga Kota Surabaya. Hari itu selalu di selalu di kenang sebagai awal kebangkitan semangat juang pemuda Surabaya.
Itulah gerakan heroik yang sulit dilupakan oleh Rakyat Surabaya dan Indonesia. Sebab sejak hari itu, Kota Surabaya terus bergolak, kemudian berkobar dan puncaknya terjadi peristiwa perang 10 November 1945. Tanggal yang menjadi tonggak sejarah, sehingga Kota Surabaya memperoleh predikat “Kota Pahlawan”. Aksi perobekan bendera ini sendiri di motori oleh para pemuda seperti Soemarsono, Ruslan Abdulgani, Ruslan Wijajasastra dan lain sebagainya.
Kejadian di tanggal 19 Sptember 1945 yang dikenal dengan “insiden bendera” itu, tidak di pungkiri merupakan kunci pemicu semangat juang Arek Suroboyo. Peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda tiga warna “merah-putih-biru” di atas gedung hotel Yamato menjadi peristiwa yang mengguncang dunia. Peristiwa di Hotel Yamato (nama di zaman Jepang yang semula zaman Belanda bernama hotel Orange, kini bernama Hotel Majapahit) di Jalan Tunjungan 65 Surabaya itu, benar-benar memperkokoh persatuan pemuda pergerakan di Surabaya.
Teriakan2 "Keep down the flag, keep down the flag, put down the flag" adalah salah satu ungkapan keberanian Rakyat Surabaya dalam mengusir Sekutu di Boemi Soera ing Bhaya waktu itu. Dalam peristiwa itu beberapa orang pemuda berhasil mendekati dan memanjat dinding serta puncak Gapura Hotel. Mereka kemudian berhasil menurunkan bendera Belanda dan menyobek bagian birunya serta menaikkan kembali bendera Merah-Putih dengan diiringi pekikan “MERDEKA”, “MERDEKA”, “MERDEKA”, yang disambut dengan gempita oleh massa Rakyat yang berkerumun di bawah tiang bendera dan berada di depan Hotel.
Tercatat dalam insiden penyobekan bendera Belanda tersebut telah gugur sebagai Kusuma Bangsa 4 (empat) orang Pemuda yaitu Sdr. SIDIK, Sdr. MULYADI, Sdr. HARIONO dan Sdr. MULYONO. Sedangkan dari pihak Warga Belanda Mr. Ploegman tewas terbunuh oleh amukan massa ditusuk senjata tajam. Insiden bendera tersebut kemudian menjadi fajar permulaan meletusnya api revolusi setelah proklamasi kemerdekaan, karena rakyat hanya menghendaki supaya Sang Dwi Warna Merah-Putih saja yang berkibar di angkasa Indonesia, sedang si tiga warna harus turun. Kemudian berkibarlah Sang Dwi Warna sebagai lambang kemegahan dan kejayaan Nusa dan Bangsa Indonesia.
  Walaupun peristiwa tersebut telah lampau terjadi, saat ini sangat penting sekali untuk kembali mengingatkan peristiwa tersebut kepada masyarakat luas. Maka itulah, kam arek-arek suroboyo yang gabungan dari SBK-KP KSN (Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional), FAM Unair (Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga), SKMR (Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat) mengadakan napak tilas perobekan bendera.
Kami mengadakan acara ini dengan satu tujuan membangkitkan kembali semangat kebangsaan dan patriotisme rakyat yang hari ini semakin luntur, di tengah-tengah kondisi bangsa saat ini di dera krisis multidimensi. Di mana persatuan rakyat mulai terkoyak-koyak setelah belakangan ini muncul berbagai konflik horizontal antar kelompok masyarakat, praktek korupsi semakin merajalela, Aset negara banyak yang di jual kepada asing, pendidikan dan kesehatan semakin mahal, serta kemiskinan rakyat semakin bertambah banyak.

sumber : http://rimanews.com/read/20110920/41517/mengenang-sejarah-perobekan-bendera-bangkitkan-semangat-kebangsaan-dan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Chrome Pointer
Diberdayakan oleh Blogger.